WARISAN CERITA KUNO GERHANA BULAN

Ditengah era globalisasi dan kecanggihan teknologi, rupanya masih ada saja daerah yang mempercayai mitos. Misalnya pada gejala alam gerhana bulan. Masi banyak daerah yang berpandangan bahwa peristiwa langka yang satu ini mengandung unsur mistis yang diturunkan nenek moyang mereka, walau pada akirnya beberapa mitos menjadi legenda dalam budaya daerah.

MITOS TERATAS TENTANG GERHANA BULAN

  1. Kala (raksasa) menelan bulan

gerhana-bulan

Sumber : google.com

Bali. Orang Bali sibuk membuyikan kentongan atau benda apa saja yang bisa di pukul dan menghasiklan suara nyaring saat gerhana bulan. Tujuannya untuk mengusir Kala Rahu yang akan menelan bulan. Mitos ini tertuang dongeng  Purana yang sangat populer di Indonesia.

Dahulu  seorang asura bernama Rahu menyamar menjadi seorang dewa. Ia pun turut serta bersama para dewa yang menunggu gilirannya untuk mendapatkan amerta (keabadian). Namun, tipuan Rahu diketahui oleh Dewa Surya dan Candra. Mereka pun segera memberitahu Dewa Wisnu. Tepat saat tirta amerta mengalir di tenggorokan Rahu, Dewa Wisnu memenggal kepala Rahu dengan senjata Cakra Sudarsana. Meskipun kepala dan badannya telah terpisah, namun Rahu mampu hidup sebab tirta amerta telah mencapai tenggorokannya. Akhirnya kepala tersebut marah dan bersumpah akan menelan Surya (matahari) dan Candra (bulan). Hal tersebut mengakibatkan terjadinya gerhana. Karena kepala Rahu tidak tersambung ke perutnya, maka Surya dan Candra dapat membebaskan diri setelah mereka tertelan.

Jawa.  Dahulu jika terjadi gerhana, penduduk jawa berbondong-bondong menyembunyikan balita mereka di dalam tempayan, kolong tempat tidur dan tempat aman lain demi menghindarkan bocah-bocah itu dari shang Batara Kala, raksasa dalam cerita pewayangan yang gemar memakan balita. Sementara itu kaum laki-laki beranjak memukul kentongan beramai ramai untuk mengusir sang kala sesegera mungkin.

 

China. Kebudayaan kuno China meyakini bahwa gerhana bulan terjadi karena seekor naga raksasa murka dan memangsa bulan. Fenomena ini mereka sebut ” CHIH ” yang artinya memangsa. Untuk mengusir naga, mereka membuat keributan dengan cara membunyikan petasan agar sang naga pergi. Hingga kini, meski sudah tidak diyakini lagi, guna melestarikan kebudayaan, membunyikan petasan saat gerhana kadangkala masih diadakan.

 

  1. Racun mematikan

Jepang. Orang Jepang percaya bahwa saat fenomena gerhana bulan muncul, terdapat racun yang disebarkan ke bumi. Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.

 

  1. Meninggalnya seorang tokoh

Prancis. Diceritakan bahwa Raja Louis akhirnya meninggal dalam histeria dan ketakutan saat malam dunia begitu gelap ketika terjadi gerhana bulan pada tahun 840. Menurutnya setan sebentar lagi turun ke dunia untuk mencabut nyawa.

Putra Rasulullah. Pernah terjadi gerhana pada masa Rasulullah SAW. Berdekatan dengan saat gerhana tersebut, putra Rasulullah yang bernama Ibrahim meninggal dunia.Sebagian orang kasak-kusuk, bahwa terjadinya gerhana ini adalah pertanda buruk meninggalnya putra Rasulullah. Maka setelah shalat gerhana, Rasulullah berkhutbah. Di antara isi khutbahnya dia bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Oleh karena itu, jika kau menyaksikan gerhana bergegaslah untuk mengerjakan shalat,” (HR Muslim). Demikianlah Rasulullah menghancurkan mitos yang berkembang, sebelum mitos itu membesar.

  1. Tanda kemurkaan Tuhan

Bangsa Yunani kuno percaya jika terjadi gerhana bulan, hal tersebut merupakan tanda akan adanya bencana dan kerusakan di muka bumi. Bencana atau kerusakan tersebut dipercayai merupakan awal dari kemarahan Tuhan.

  1. Jaguar akan memakan bulan

Bangsa Inca kuno percaya bahwa ketika bulan purnama merah atau bulan darah menampakkan diri di langit, hal itu merupakan pertanda bahwa sedang akan terjadi hal buruk, yaitu jaguar akan menyantap bulan.Menurut tulisan bangsa Spanyol terdahulu, bangsa Inca takut setelah jaguar memakan bulan, hewan ini akan turun ke bumi dan memangsa semua manusia. Oleh karenanya, ketika muncul Gerhana Bulan , mereka akan membuat suara yang sangat gaduh dengan menabuh segala hal sampai berteriak-teriak.

  1. Bulan sedang sakit dan berdarah

Menurut kepercayaan suku asli Amerika dari utara California bernama Hupa, gerhana bulan darah merupakan pertanda bahwa bulan sedang sakit karena diserang oleh hewan peliharaannya sendiri.

Meskipun mitos-mitos diatas tidak masuk akal. Namun mitos tersebut merupakan kekayaan yang diwariskan dari nenek moyang.Mitos hanya keyakinan-keyakinan yang berdasarkan cerita atau legenda nenek moyang yang dihubungkan dengan fenomena alam, asal mula tempat,dll.

 

 

Neng Darlena Nurhasanah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>