Menuntun Sebuah Perjalanan Agustinus Wibowo

 

CBqyZu4UsAEmvak

(Foto diambil dari @avgustin88)

 

“Justru kita perlu bermimpi, karena mimpi itu yang menetukan perjalanan. Mimpi itu yang mengubah manusia.”

“Mimpi, kalau Cuma mimpi tok, yaa tidak berguna,” balas mama

“Tapi tanpa mimpi, tanpa cita-cita, orang tidak akan kemana- mana. Sejak kecil aku sudah ingin keliling dunia. Dengan membawa mimpi itu, aku berjalan, aku sungguh berjalan. Dan sekarang aku benar sudah lihat dunia.”

“Hidupmu juga seperti mimpi.”

Justru karena masih ada mimpi, kita jadi punya alasan untuk terus hidup, terus maju, terus berjalan, terus mengajar. Tanpa mimpi sama sekali, apa pula arti hidup ini?”

(Titik Nol,halaman 36)

Bagi sebagian orang backpacking hanya sekedar gaya hidup dan hobi.  Menapaki berbagai perjalan ke berbagai negara. Namun bagi Agustinus Wibowo, perjalanan merupakan nafas dan pemuas batin.

 

Menyibak misteri dari negara perang tanpa henti, kemiskinan, maut, bom bunuh diri, kehancuran, perempuan tanpa wajah dan ratapan pilu. Agustinus bukan berwisata ke Negara Asia Tengah yang sangat dihindari banyak orang. Ia bertandang ke Tajikistan, Kirgiztan, Kazakhastan,Uzbekistan, Turkmenistan dan Hindustan.  Dikemas dalam tulisan yang diterbitkan oleh PT Kompas Gramedia.

“Disini semua mahal, yang murah Cuma satu : nyawa manusia.”

Agustinus Wibowo menceburkan diri menjadi musafir sebuah perjalanan akbar menggitari dunia. Jurnalis reporter, fotografer, penulis buku Selimut Debu, Garis Batas dan Titik Nol membuka cakrawala pembaca untuk ikutserta didalam ceritanya. Bahasa yang dipergunakan sastra bercampur aduk dengan Bahasa yang ia temukan di Negara yang disinggahi menjadi pemikat bagi pembaca.

CBqymLyUAAADzN9CBqyot5UMAA7fNoCBqyqAlUAAIHaMG

(Foto : Darlena)

                Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) jurusan Informatika menjadi tempatnya menuntut ilmu selama satu semester. Kemudian ia memutuskan pindah ke Fakultas Komputer Universitas Tshinghua, Beijingdi tahun 2000.

Setelah lulus kuliah  2005, Agustinus memutuskan berpetualang  dari Beijing menuju Afrika Selatan. Namun karena satu hal dan lainnya ia tertahan di Afghanistan. Tekadnya yang berani dan full injection spirit, ia menjalani hidupnya sangat lepas dan bebas. Ia merogok kocek dari sakunya sendiri untuk biaya perjalanan ini. Untuk menyambung hidup ia sempat menjadi jurnlais di Afghanistan.

Talenta menggunakan bahasa asing membuat Agustinus tertantang ‘bergelandangan’ di negri orang. Pengalamannya yang pernah di tangkap polisi, tidak mandi selama dua bulan, kehilangan dompet dan trauma lain yang memenuhi memori. Ia berhasil sampai pada titik terakhir perjalanan. Berpertualang selama sembilan tahun dengan berbagai pengalaman.

Sastra yang kental dalam karya penulisannya membuat banyak orang kagum. Seperti dalam bukunya yang berjudul “Titik Nol” sebagai berikut :

“Agustinus telah menarik cakrawala yang jauh pada penulisan perjalanan (travel writing) di Indonesia. Penulisan yang dalam, pengalaman yang luar biasa, membuat tulisan ini seperti buku kehidupan. Titik Nol merupakan cara bertutur yang benar-benar baru dalam travel writing di negri ini.”

-Qaris Tajuhidin, editor Tempo dan Penulis Novel.

Sepenggal tulisan Agustinus Wibowo, “Perjalanan adalah belajar melihat dunia luar, juga belajar untuk melihat kedalam diri. Pulang memang adalah jalan yang harus dijalani semua pejalan. Dari Titik Nol kita berangkat, kepada Titik Nol kita kembali. Tiada kisah cinta yang tak berubah noktah, tiada pesta yang tanpa bubar, tiada pertemuan yang tanpa perpisahan, tiada perjalanan yang tanpa pulang,” Titik Nol halaman 531.

Kini ia menjadi redaktur  portal http://balebengong.net , sebuah portal upaya mewujudkan jurnalisme waga (citizenjournalism) bagi warga di Bali. Tulisannya dimuat beberapa media seperti kolom “Petualang” Kompas (www.Kompas.com), Pikiran Rakyat Republika dan Net Tv “ Berwisata Sekaligus Belajar.”

CBqyX_xUoAEST-hCBqy5z1UgAAgR0bCBqyXm4VEAIWqxs

(Foto : Darlena dan diambil dari @avgustin88 )

 

Aktif menulis berbagai fenomena di negri ini, tidak ia lupakan. Blog menjadi teman menuangkan ‘curhatan-curhatan’ atas apa yang ia lihat, ia dengar, ia raba dan ia rasakan.  Kunjungi http://agustinuswibowo.com ataupun kicauan di twitter @avgustin88.

 

 

 

 

Neng Darlena Nurhasanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>