Monthly Archives:October 2014

Musim kemarau melanda kota metropolitan terjadi dari april dan diperkirakan berakhir pada oktober 2014. Suhu udara di Jakarta mencapai 34-35 derajat celsius padahal suhu normal maksimal yaitu 33 derajat celcius. (Baca: Meteo.bmkg.go.id) Akibat meningkatnya temperatur di ibu kota, membuat beberapa kondisi kesehatan masyarakat menurun terutama di Puri Kembangan, Kebon Jeruk.

Suasana sauna dapat dirasakan di tengah hari saat kipas angin maupun air circulation (AC) tidak difungsikan. Apalagi jika aktifitas lebih banyak diluar ruangan lebih banyak dari aktifitas didalam ruangan. Jangkauan terserang penyakit lebih besar terjadi kepada seseorang yang beraktifitas diluar ruangan.

Dr. Iman Hilmansyah Klinik Puri Medical Center (PMC) di Jalan Puri Kembangan No. 17 menjelaskan bahwa pasien antara April hingga Oktober mengalami peningkatan tiap bulannya. Musim kemarau membuat pasien terjangkit beberapa penyakit diantaranya : Rhinitis, Faringitis, Disfagia, Gestroenteritis, Flu Singapura, Sakit Mata, Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), Penyakit kulit, dan Diare.

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh temperatur bumi yang melejit hingga menurunkan kondisi daya tahan tubuh manusia. Anak- anak dan manula rentan terjangkit penyakit tersebut namun orang dewasa pun tidak sedikit yang berpatisipasi terjangkit. Debu yang bertebaran, sulitnya air sehingga mengkonsumsi air yang kurang layak dan kebersihan diri seperti mandi dan cuci.

Beberapa resep dokter untuk menjaga kondisi tubuh dimusim kemarau :

1. Menjaga kondisi daya tahan tubuh dengan pola makan, minum, dan tidur yang teratur. (Porsi tidur harus cukup minimal empat jam)

2. Memakan buah dan sayur yang banyak dikarenakan kandungan vitamin dan serat yang banyak bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

3. Olahraga yang rutin dan teratur.

4. Memakai penutup mulut dan hidung (masker) ketika melakukan aktifitas diluar ruangan, berkendaraan terbuka seperti motor.

5. Menjaga kebersihan diri seperti cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan.

Ada istilah bahwa “Orang Miskin Dilarang Sakit” benang merahnya bahwa sesungguh semua kalangan baik yang terbilang miskin ataupun kaya untuk biaya berobat sekarang itu tidak murah. Meskipun baru- baru ini pemerintahan meluncurkan ‘kartu penolong’ yang membantu biaya administrasi untuk pengobatan pada pasien yang kurang mampu, namun nyatanya belum adanya pemerataan untuk program ini. Maka sebisa mungkin jagalah kondisi daya tahan tubuh agar hidup sehat dan dapat kembali melakukan rutinitas lebih efektif dan maksimal.

Salam Sehat !!!