Monthly Archives:January 2014

Nama                           : Neng Darlena Nurhasanah

Nim                             : 2013.53.026

Dosen                          : Mulyo . W

Mata kuliah                  : Filsafat Ilmu dan logika

Seksi                            : 03

 

 

Matematika

Matematika merupakan bahasa yang eksak, cermat dan terbebas dari emosi yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang disampaikan. Lambang matematika bersifat astifisal (tidak alami/buatan) yang mempunyai arti jika sebuah makna diberikan padanya tanpa itu matematika hanya kumpulan rumus-rumus yang mati. Bahasa yang berusaha untuk menghilangkan emosional dari bahasa verbal. Matematika memungkinkan ilmu menglami perkembangan dari tahap kualitatif ke kuantitatif. Penarikan kesimpulan matematika berfikir  secara deduktif  dengan menemukan pengetahuan baru berdasarkan premis-premis tertentu. Selain sebagai  bahasa matematika  berfungsi sebagai alat berfikir (analisis). Dosen ilmu filsafat mengatakan, “berbicaralah dengan bahasa matematika.”

 

Statistika

Statistika merupakan  ilmu sederhana dapat didefinisikan sebagai pengetahuan yang telah teruji kebenarannya. Semua pernyataan ilmiah bersifat faktual, dimana kosekuensinya dapat diuji dengan  mempergunakan  pancaindera maupun mempergunakan alat bantu pancaindera. Pengujian Empiris meupakan salah satu mata rantai dalam metode ilmiah dengan proses pengumpulan fakta yang  relevan dengan hipotesis yang diajukan. Penarikan kesimpulan statistika adalah secara induktif. Statistika merupakan saran berfikir yang diperlukan untuk memproses pengetahuan secara ilmiah.

 

 

Kesimpulan

Matematika bersifat deduktif dan penarikan  kesimpulanya pasti/mutlak sedangkan statistika bersifat deduksi dan penarikan kesimpulanya hanya kemungkinan.

 

 

 

 

 

Sumber buku : Filsafat Ilmu dan Logika Sebuah Pengantar Populer karya Jujun S Surjasumantri