Monthly Archives:December 2013

Empathi social

 

Seiring meningkatknya perkembangan teknologi komunikasi, membuat peredaran berita atau informasi menjadi sangat cepat dari suatu tempat ke tempat yang lain. Baik itu media televisi internet ataupun handphone dan telepon, Disisi lain berita tersebut dapat berita yang baik ataupun jelek terutama berita bencana yang dapat meningkatkan emphati  sosial masyarakat.

Empati dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menempatkan dirinya pada posisi orang lain melalui pemahaman secara emosional dan intelektual. Melalui empati, kita mengukur sesuatu bukan pada standar yang kita buat, melainkan pada ukuran orang lain. Simpati adalah ketertarikan seseorang kepada orang lain hingga mampu merasakan perasaan orang lain tersebut. Msyarakat dapat mengungkapkan perasaan empathi dan simpati melalui berbagai cara, seperti member sumbangan, menyiapkan relawan, ataupun turut berduka cita dalam hati saja.

Contohnya berita tentang bencana meletusnya gunung sinabung, banjir diberbagai daerah dan lainnya. Hal ini akan menggugah rasa empathi bahkan simpati dari masyarakat yang menerima berita, baik itu melalui tv maupun internet. Disisi lain pemberitaan tersebut menyebabkan peningkatan penggunaan media, sehingga perananya akan sangat penting, oleh karena itu peningkatan frekwensi penggunaan media komunikasi dapat dimunginkan oleh emphatic masyarakat yang meningkat seiring pemberitaan yang menggugah rasa empathi mereka

hal tersebut dapat meningkatkan frekwensi penggunaan social media sehingga berimbas pada keuntungan yang diperoleh media tersebut karena peningkatan frekwensi penggunaan dan rating penyiaran, hal ini merupakan ironi, suatu kesempatan dalam kesempitan

PRIBADI, DEFINISI KOMUNIKASI ANTAR. PENGANTAR ILMU KOMUNIKAS

http://www.antaranews.com/berita/407428/gunung-sinabung-meletus-lagi

http://parapenuliskreatif.wordpress.com/2010/03/24/simpati-dan-empati-dua-sifat-pribadi-jurnalis/